Menjadi kontributor di Shutterstock bisa jadi cara seru untuk menghasilkan uang dari hobi fotografi atau desain. Tapi, banyak orang baru sering merasa bingung karena fotonya sering ditolak (rejected) oleh tim reviewer. Nah, biar kamu nggak ngalamin hal itu, yuk simak panduan lengkap cara agar postingan kamu di-approve di Shutterstock berikut ini. Pastikan Kualitas Teknis Foto Sempurna.
Shutterstock sangat ketat dalam menilai kualitas gambar. Jadi sebelum upload, pastikan:
- Resolusi tinggi: minimal 4 megapiksel atau lebih.
- Fokus tajam: tidak blur, tidak goyang.
- Pencahayaan pas: jangan terlalu terang atau gelap.
- Minim noise: hindari ISO terlalu tinggi.
- Tanpa watermark, logo, atau teks tambahan.
- Format file: JPG kualitas tinggi (80–100%).
Meskipun fotomu keren, bisa saja ditolak jika melanggar hak cipta atau aturan privasi. Beberapa hal yang wajib kamu perhatikan:
- Hindari logo, merek dagang, dan produk bermerk.
- Gunakan model release jika ada orang di foto.
- Gunakan property release jika foto menampilkan bangunan pribadi.
- Tidak mengandung unsur kekerasan, SARA, atau konten dewasa.
Tulis Deskripsi dan Keyword yang Tepat
Deskripsi dan kata kunci adalah kunci agar foto kamu mudah ditemukan dan lolos seleksi. Deskripsi: Tulislah kalimat sederhana namun jelas yang menggambarkan isi foto.
Contoh: "Fishing boats docked at the harbor during sunset in Indonesia".
Kemudian gunakan keyword:
- Gunakan 20–50 kata kunci yang relevan.
- Kombinasikan kata umum dan spesifik.
- Hindari kata kunci yang tidak ada hubungannya dengan foto.
Pilih Kategori yang Tepat
Pemilihan kategori membantu reviewer memahami konteks foto kamu. Misalnya:
- Foto kapal nelayan menggunakan kategori Transportation atau Nature.
- Foto orang bekerja di sawah menggunakan kategori People atau Agriculture.
Kalau fotomu ditolak, jangan langsung patah semangat. Baca alasan di bagian review feedback, biasanya tertulis seperti:
- “Focus issue” berarti foto kurang tajam.
- “Metadata issue” berarti deskripsi atau keyword tidak sesuai.
- “Commercial property” berarti butuh izin properti.
Jangan lupa apabila foto tidak di approve, gunakan alasan penolakan itu untuk memperbaiki foto berikutnya.
Gunakan Bahasa Inggris
Reviewer Shutterstock berasal dari berbagai negara, jadi gunakan bahasa Inggris untuk judul dan deskripsi agar mereka lebih mudah menilai kontenmu.
Contoh:
"Traditional fishing boats anchored on the coast at sunset, Indonesia".
Belajar dari Foto yang Sudah Di-Approve
Cara tercepat untuk berkembang adalah melihat karya kontributor lain. Cari di Shutterstock foto dengan tema serupa, kemudian perhatikan:
- Gaya komposisi.
- Warna dan pencahayaan.
- Judul dan keyword yang digunakan.
Dengan begitu, kamu tahu standar foto yang lulus seleksi dan bisa menirunya untuk konten berikutnya. Semoga berhasil ....💪
Tidak ada komentar:
Posting Komentar